TRANSLATE
English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Senin, 14 November 2011

Harga komputer pun merambak naik

Kenaikan harga hard disk akibat kurangnya pasokan dari Thailand yang sedang terkena bencana banjir membuat harga komputer desktop dan laptop pun merambah naik.
 Dari penelusuran KOMPAS.com di Mangga Dua Square Jakarta, harga hard disk untuk komputer desktop rata-rata naik Rp 400.000 per unit. Yunaidi Kusuma, pemilik Toko Benua Komputer mengatakan kenaikan harga hard disk juga berpengaruh terhadap kenaikan harga penjualan komputer desktop dan laptop. Akibat kenaikan ini, harga komputer rakitan naik dengan selisih harga sekitar Rp 500.000.
"Saya sudah ada orderan membuat 10 PC rakitan. Karena harga hard disk naik, mereka membatalkan semua," keluh Yunaidi.
Rata-rata, tokonya mendapat order membuat PC sekitar Rp 3 juta per unit. Namun, karena harga komponen hard disk naik, pihaknya menaikkan hingga Rp 3,5 juta per unit.
Sedangkan harga laptop dan netbook masih relatif sama. Namun sejak seminggu terakhir, harga merek lokal yaitu Zyrex dan Axio mulai naik. Untuk netbook dari harga semula Rp 1,8 juta menjadi Rp 2,2 juta. Harga produk lokal itu mengalami kenaikan karena komponennya banyak dipasok dari Thailand.

Kenaikan harga itu menyebabkan penjualan hard disk dan PC turun drastis, bahkan dalam satu hari tak ada transaksi sama sekali. Elizabeth Arianti, pemilik toko Esa Computer di Plaza Pinangsia Computer Center Glodok mengatakan pembeli memilih menahan diri sambil menunggu harga turun.
Toko komputer kini mengandalkan penjualan laptop dan netbook yang memang dibeli dalam bentuk built up. Penjualan toko rata-rata turun sekitar 50%. Kadangkala, toko malah terpaksa rugi karena harus mengirim PC yang sudah dipesan jauh hari sebelumnya saat harga hard disk belum naik.
Hal itu juga diakui oleh Jenny Marketing dari Speed Computer. Menurut Jenny penjualan bisa turun hingga 50% lebih. "Pembeli memilih hold, kecuali pembelian PC untuk perkantoran tapi jumlahnya sedikit," kata Jenny.

Namun Felix, pemilik Maru Maru Com di komplek Kampus Binus mengatakan konsumen sebagian memahami kesulitan yang terjadi. "Kalau benar-benar urgent, mereka tetap beli," kata Felix.
Toko komputer mengaku tidak tahu sampai kapan pasokan komponen komputer itu akan terganggu. Info yang beredar ada yang mengatakan baru akan normal bulan Desember atau bahkan empat bulan lagi.

*kompas



0 komentar:

Posting Komentar